Choi Tae-won: Korsel Harus Integrasikan Ekonomi dengan Jepang untuk Hadapi Dominasi AI Global
SEOUL — Ketua SK Group, Choi Tae-won, yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Korea (KCCI), menyerukan integrasi ekonomi yang lebih dalam antara Korea Selatan dan Jepang untuk menghadapi persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Pernyataan ini disampaikan dalam seminar di Majelis Nasional Korea Selatan pada Selasa (28/4/2026).
Tantangan Infrastruktur AI Korea Selatan
Choi menyoroti keterbatasan Korea Selatan dalam membangun pusat data AI berskala besar. "Biaya membangun pusat data AI berkapasitas 1 gigawatt sekitar $50 miliar, bukan jumlah yang kecil," ujar Choi. Ia menambahkan bahwa kurang dari 5 persen pusat data di Korea Selatan dapat digunakan untuk keperluan AI.
Korea Selatan, menurut Choi,缺乏 sumber daya melimpah seperti listrik dan air yang dibutuhkan untuk mendukung pusat data AI skala besar. Oleh karena itu, kerja sama regional menjadi keharusan.
Seruan Aliansi Ekonomi Asia
"Saya tidak yakin apakah kita mampu merespons sendiri di tengah konflik AS-Tiongkok," kata Choi. Ia mengusulkan agar Korea Selatan memimpin pembentukan aliansi ekonomi Asia yang lebih luas, dengan Jepang sebagai mitra strategis utama.
Seminar ini diselenggarakan oleh Uni Parlemen Korea-Tiongkok dan membahas strategi pertumbuhan Korea Selatan di tengah persaingan teknologi global. Pernyataan Choi muncul di saat indeks saham KOSPI mencatat rekor baru menjelang pengumuman laba perusahaan teknologi besar AS, termasuk SK hynix yang baru-baru ini mencatatkan profit kuat.
Sumber: UPI, YONHAP/EPA, 28 April 2026
0 Comments