Indonesia Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk Urea ke India, Brasil, Australia, dan Filipina

Presiden Prabowo Subianto membahas ekspor pupuk urea

Indonesia Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk Urea ke India, Brasil, Australia, dan Filipina

JAKARTA — Pemerintah Indonesia mengumumkan kesiapan untuk mengekspor sekitar 1,5 juta ton pupuk urea ke empat negara, seiring ketatnya pasokan pupuk global akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan hal ini setelah bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Brazier di Jakarta.

Krisis Pasokan Global Akibat Konflik Selat Hormuz

Sekitar sepertiga ekspor pupuk global melewati Selat Hormuz, yang pada titik tersempitnya hanya berukuran 34 kilometer antara Iran di utara dan Oman di selatan. Sebagai respons terhadap perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran, Teheran telah melarang sebagian besar kapal melintas, memicu guncangan pasokan yang mendorong harga urea global dari sekitar US$600–700 per ton menjadi hampir US$900 per ton dalam beberapa pekan terakhir.

Empat negara yang telah menghubungi Jakarta adalah India, Filipina, Brasil, dan Australia. Kapasitas produksi urea nasional Indonesia mencapai 14,5 juta ton per tahun, melebihi kebutuhan domestik.

Posisi Strategis Indonesia

Produksi pupuk Indonesia yang berbasis gas alam dalam negeri menempatkan negara ini sebagai pemasok yang relatif stabil di tengah gejolak pasar global. Presiden Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese juga telah melakukan pembicaraan telepon khusus mengenai pasokan urea ini.

Kebijakan ekspor ini juga sejalan dengan strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan regional dan memanfaatkan momentum surplus produksi pupuk domestik di tahun 2026.

Sumber: The Jakarta Post, ANTARA News, Tempo.co

Post a Comment

0 Comments