Korea Selatan Nyatakan Penyesalan Dalam atas Kiriman Persembahan PM Takaichi ke Kuil Yasukuni

Kuil Yasukuni di Tokyo

Korea Selatan Nyatakan Penyesalan Dalam atas Kiriman Persembahan PM Takaichi ke Kuil Yasukuni

SEOUL — Korea Selatan menyampaikan penyesalan mendalam pada Selasa, 21 April 2026, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni di Tokyo, yang oleh banyak negara Asia dianggap sebagai simbol militarisme Jepang masa perang.

Sejarah Kontroversi Yasukuni

Kuil Yasukuni telah lama menjadi sumber ketegangan diplomatik di Asia Timur. Kuil ini memperingati sekitar 2,5 juta jiwa yang gugur demi Jepang, termasuk 14 pelaku kejahatan perang Kelas A yang dihukum setelah Perang Dunia II. Kunjungan atau persembahan dari pejabat tinggi Jepang selalu memicu protes keras dari Korea Selatan, Tiongkok, dan negara-negara bekas jajahan Jepang lainnya.

Kali ini, PM Sanae Takaichi memilih untuk tidak mengunjungi kuil secara langsung, namun mengirimkan persembahan ritual berupa masakaki — hiasan tradisional Shinto — bertepatan dengan festival musim semi tahunan kuil tersebut.

Respons Seoul dan Implikasi Diplomatik

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam pernyataannya menyebut tindakan ini "sangat disayangkan" dan mengingatkan bahwa penghormatan terhadap pelaku kejahatan perang di kuil tersebut bertentangan dengan semangat rekonsiliasi regional.

Insiden ini berpotensi memperburuk hubungan Jepang-Korsel yang baru saja menunjukkan tanda-tanda perbaikan di bawah pemerintahan PM Takaichi dan Presiden Yoon Suk-yeol. Langkah ini juga terjadi di tengah meningkatnya ancaman keamanan dari Korea Utara, yang baru-baru ini meluncurkan rudal balistik ke laut timur.

Sumber: Korea JoongAng Daily, Yomiuri Shimbun, Reuters

Post a Comment

0 Comments