Korban Singapura Dipaksa Serahkan Uang Tunai dan Emas ke Kurir Sindikat Scam Malaysia

Ilustrasi sindikat scam

Modus Baru Scam: Kurir Langsung Jemput Uang Tunai dan Emas Korban di Singapura

Sindikat penipuan yang diyakini beroperasi dari Malaysia semakin sering menggunakan kurir untuk mengambil uang tunai dan barang berharga secara langsung dari korban di Singapura. Polisi Singapura melalui Singapore Police Force (SPF) melaporkan peningkatan kasus di mana korban ditekan untuk menyerahkan uang tunai dan emas kepada kurir yang dikirim langsung ke rumah atau tempat kerja mereka.

Metode ini menjadi tren baru dalam kejahatan scam lintas batas di Asia Tenggara, menggantikan transfer bank tradisional yang lebih mudah dilacak.

Polisi Singapura Tingkatkan Patroli

Unit Anti-Scam (ASC) SPF bekerja sama dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) untuk membongkar jaringan ini. Polisi Singapura telah menangkap sejumlah kurir yang mayoritas merupakan warga Malaysia yang masuk Singapura menggunakan paspor Malaysia.

Dalam satu kasus terbaru, seorang pensiunan di Toa Payoh kehilangan SGD 380.000 dalam bentuk uang tunai dan emas batangan setelah ditipu oleh sindikat yang menyamar sebagai petugas polisi. Korban diinstruksikan untuk menyerahkan barang berharga kepada kurir yang datang ke apartemennya.

Jaringan Scam Makin Profesional

Menurut laporan, sindikat scam ini menggunakan taktik intimidasi yang semakin canggih, termasuk panggilan video yang menampilkan seragam polisi palsu dan dokumen legal palsu. Mereka menargetkan korban lansia dan imigran baru yang rentan.

Kedutaan Besar Malaysia di Singapura telah mengeluarkan peringatan kepada warga Malaysia untuk tidak terlibat sebagai kurir, mengingat hukuman di Singapura bisa mencapai penjara 10 tahun dan hukuman rotan. Sementara itu, Commercial Affairs Department (CAD) Singapura meningkatkan sosialisasi publik tentang modus penipuan ini.

Bank-bank di Singapura, termasuk DBS Bank, OCBC Bank, dan United Overseas Bank (UOB), juga meningkatkan sistem deteksi transaksi mencurigakan untuk mencegah penarikan tunai dalam jumlah besar oleh korban scam.

Post a Comment

0 Comments