Rusia dan China Terbangkan Bomber Bersama di Dekat Jepang dan Korea Selatan, Jet Tempur Dikerahkan

Pesawat bomber Rusia dan China patroli bersama

Patroli Bomber Rusia-China di Dekat Jepang dan Korea Selatan

Rusia dan China melakukan patroli bomber bersama pada Sabtu 27 Juni 2026 untuk pertama kalinya tahun ini, memicu Jepang dan Korea Selatan untuk mengerahkan jet tempur mereka. Dua bomber H-6 China terbang dari Laut China Timur ke Laut Jepang, bergabung dengan dua bomber Tu-95 Rusia dan dua pesawat patroli maritim Tu-142.

Insiden ini meningkatkan ketegangan di kawasan Asia Timur Laut yang sudah panas akibat latihan militer bersama dan uji coba rudal Korea Utara.

Protes Diplomatik dari Jepang dan Korea Selatan

Pemerintah Jepang melalui Kementerian Luar Negeri Jepang yang dipimpin oleh Menteri Takeshi Iwaya menyampaikan protes keras melalui saluran diplomatik. Japan Air Self-Defense Force (JASDF) menerbangkan jet tempur F-15J dan F-35A untuk mengawal pesawat-pesawat tersebut.

Korea Selatan juga melaporkan bahwa pesawat-pesawat China dan Rusia memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Korea Selatan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengkonfirmasi bahwa Angkatan Udara Korea Selatan menerbangkan jet tempur KF-16 dan F-15K sebagai respons.

Ketegangan Keamanan yang Meningkat

Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan keamanan regional. Jepang dan Korea Selatan baru saja menegaskan kembali komitmen denuklirisasi Semenanjung Korea dan sepakat menghidupkan kembali latihan pencarian-dan-penyelamatan bersama. Sementara itu, Korea Utara melalui KCNA mengkritik latihan militer gabungan AS-Jepang bernama Resolute Dragon sebagai latihan perang.

Analis keamanan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menilai bahwa patroli bersama Rusia-China merupakan sinyal bagi AS dan sekutunya di Asia bahwa Beijing dan Moskow memiliki kapasitas untuk memproyeksikan kekuatan militer secara bersama di kawasan Indo-Pasifik.

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) belum memberikan pernyataan resmi, namun US Indo-Pacific Command disebut meningkatkan pengawasan di kawasan tersebut.

Post a Comment

0 Comments