
Tim Riset Korea-Japan Berhasil Sequencing Genome Anjing Kuno Semenanjung Korea
SEOUL — Tim riset gabungan dari Korea dan Japan berhasil menyelesaikan sekuensing genome penuh pertama anjing kuno dari Semenanjung Korea, mengungkap bukti bahwa anjing Korea awal memiliki garis keturunan genetik yang berbeda dari populasi anjing Asia Timur lainnya. Temuan ini diumumkan oleh Korea Heritage Service pada Kamis, 7 Mei 2026.
Kolaborasi Lintas Negara
Penelitian ini melibatkan empat institusi: Gaya National Research Institute of Cultural Heritage, Divisi Sains Konservasi National Research Institute of Cultural Heritage (NRICH), Seokdang Museum Dong-A University, dan Graduate University for Advanced Studies (Sokendai) dari Jepang. Hasilnya diterbitkan di jurnal akademik internasional PLOS One.
Temuan Penting
Peneliti mengekstrak DNA dari empat anjing kuno berusia sekitar 2.000 tahun yang digali dari dua situs arkeologi: Situs Neukdo di Sacheon dan Situs Bonghwang-dong di Gimhae, keduanya di Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.
Hasil menunjukkan karakteristik genetik anjing Korea kuno paling mirip dengan dingo Australia dan New Guinea singing dog, meskipun tidak identik. Temuan ini menantang asumsi lama bahwa anjing Asia Timur membentuk satu populasi tunggal.
Gen asal Barat dari populasi anjing Eropa juga terdeteksi, dengan proporsi lebih tinggi pada anjing dari periode yang lebih akhir. Ini menunjukkan pertukaran genetik antara populasi anjing Eurasia Timur dan Barat telah berlangsung ribuan tahun. Temuan ini juga berdampak pada pemahaman ras anjing asli Korea seperti Jindo dan Sapsali.
Sumber: Korea JoongAng Daily, 7 Mei 2026
0 Comments