Tarique Rahman Kembali ke Bangladesh Setelah 17 Tahun Pengasingan, Babak Baru Politik Bangladesh

Tarique Rahman tiba di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka

Tarique Rahman Kembali ke Bangladesh Setelah 17 Tahun Pengasingan

DhakaTarique Rahman, acting ketua Bangladesh Nationalist Party (BNP), akhirnya kembali ke Bangladesh pada 25 Desember 2025 setelah 17 tahun menjalani pengasingan di London. Kedatangan Rahman di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, disambut ribuan pendukung BNP di tengah pengamanan ketat.

Kepulangan yang Dinanti

Rahman tiba di Dhaka didampingi istrinya, Zubaida Rahman, dan putrinya, Zaima Rahman. Dalam pidato pertamanya di hadapan massa, ia menekankan pentingnya persatuan nasional, inklusivitas lintas agama, dan visi Bangladesh yang demokratis serta kuat secara ekonomi. Ia juga menarik parallels dengan Perang Kemerdekaan 1971 yang melahirkan Bangladesh.

Kepulangan Rahman terjadi di tengah persiapan pemilihan umum awal 2026 di bawah pemerintahan interim yang dipimpin oleh peraih Nobel Muhammad Yunus. Pertemuan antara Rahman dan Yunus sebelumnya telah berlangsung di London pada 13 Juni 2025, menandai sinyal rekonsiliasi politik di negara itu.

Latar Belakang Pengasingan

Rahman, yang kini berusia 60 tahun, meninggalkan Bangladesh pada 2008 untuk mendapat perawatan medis setelah dibebaskan dengan jaminan selama pemerintahan militer 2006-2008. Ia pernah dihukum karena tuduhan korupsi, pencucian uang, dan keterlibatan dalam serangan granat 2004 terhadap rival politiknya, mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina. Semua hukuman tersebut telah dibatalkan atau ditangguhkan setelah jatuhnya pemerintahan Hasina pada Agustus 2024.

Rahman adalah putra dari Khaleda Zia, ketua resmi BNP dan mantan Perdana Menteri Bangladesh. Kembalinya tokoh oposisi ini dipandang sebagai perkembangan signifikan dalam lanskap politik Bangladesh menjelang pemilu yang akan datang.

Sumber: Wikinews, pressinform.gov.bd | Foto: pressinform.gov.bd

Post a Comment

0 Comments