Taiwan Selidiki 3 Orang Terkait Penyelundupan Server AI Nvidia ke China Lewat Dokumen Palsu

Server dan chip AI yang diselundupkan

Penyelundupan Teknologi Canggih Melanggar Pembatasan Ekspor AS

TAIPEI — Kejaksaan Distrik Keelung, Taiwan sedang menyelidiki tiga tersangka yang diduga menggunakan dokumen palsu untuk menyelundupkan server komputer berchip Nvidia canggih ke daratan China. Kasus ini mengungkap jaringan perdagangan ilegal teknologi AI bernilai miliaran dolar yang melanggar sanksi ekspor Amerika Serikat.

Server AI berperforma tinggi tersebut diproduksi oleh Super Micro Computer Inc., perusahaan yang berkantor pusat di San Jose, California. Ketiga tersangka dituduh berkonspirasi membeli server di Taiwan, kemudian menggunakan deklarasi ekspor palsu untuk menyelundupkan barang-barang tersebut ke China, menurut pernyataan Kejaksaan Distrik Keelung yang dirilis Kamis.

Motif Keuntungan Besar di Balik Risiko Hukum

Para tersangka diketahui menyadari adanya pembatasan ekspor AS yang melarang pengiriman teknologi semacam itu ke China daratan, Makau, dan Hong Kong. Namun, mereka tetap melanjutkan aksinya demi mendapatkan "keuntungan besar", demikian ungkap jaksa penuntut dalam pernyataannya.

Kasus ini merupakan kelanjutan dari skandal yang lebih besar. Pada Maret 2026, otoritas AS mendakwa seorang wakil presiden senior Super Micro dan dua orang lain yang terkait dengan perusahaan tersebut atas tuduhan berkonspirasi menyelundupkan server berchip Nvidia senilai miliaran dolar ke China. Pelanggaran ini secara langsung melanggar langkah-langkah pengendalian ekspor AS yang dirancang untuk membatasi akses China terhadap teknologi AI mutakhir.

Dampak Geopolitik dan Ekonomi

Nvidia dan Super Micro belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kasus penyelundupan di Taiwan ini. Para analis keamanan nasional menyatakan bahwa jaringan penyelundupan semacam ini menjadi tantangan serius bagi upaya Barat untuk mengisolasi kemampuan militer dan teknologi China.

Pembatasan ekspor AS terhadap chip AI tingkat tinggi telah mendorong munculnya jaringan perdagangan gelap yang semakin canggih. Pemerintah Taiwan kini berada di bawah tekanan untuk memperketat pengawasan ekspor teknologi sensitif, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik yang terus meningkat di Selat Taiwan.

Sumber: Associated Press, Keelung District Prosecutors Office

Post a Comment

0 Comments