
Super El Nino Diprediksi Muncul Paruh Kedua 2026, BRIN Peringatkan Dampak Kekeringan Ekstrem
Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingatkan bahwa fenomena Super El Nino diperkirakan akan terbentuk pada paruh kedua tahun 2026 dan diprediksi akan menguat menjelang akhir tahun. Peringatan ini disampaikan oleh peneliti BRIN dalam konferensi pers yang membahas pemantauan kondisi iklim global dan dampaknya terhadap Indonesia.
Apa Itu Super El Nino?
El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang berdampak pada pola cuaca global. Ketika intensitasnya sangat kuat, fenomena ini disebut Super El Nino dan dapat menyebabkan kekeringan ekstrem di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.
Menurut peneliti BRIN, indikator utama pembentukan Super El Nino tahun ini meliputi peningkatan anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 yang melampaui threshold 2 derajat Celsius di atas rata-rata, serta perubahan pola angin pasifik yang konsisten dengan kondisi El Nino kuat.
Dampak yang Diprediksi untuk Indonesia
BRIN mengidentifikasi beberapa sektor yang berpotensi terdampak paling parah dari Super El Nino 2026:
- Pertanian: Penurunan produksi padi di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi akibat berkurangnya curah hujan hingga 40-60 persen dari normal
- Ketersediaan Air: Risiko krisis air bersih di wilayah-wilayah yang bergantung pada sumber air permukaan, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah
- Kebakaran Hutan: Peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, berpotensi memicu kabut asap lintas batas
- Kesehatan: Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat polusi asap kebakaran hutan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan serupa, menyarankan pemerintah daerah untuk menyiapkan mitigasi bencana kekeringan dan memastikan cadangan air yang memadai.
Sejarah mencatat bahwa Super El Nino 2015-2016 menyebabkan kekeringan terparah dalam beberapa dekade di Indonesia, dengan kerugian ekonomi yang mencapai miliaran dolar AS. Pembelajaran dari peristiwa tersebut menjadi referensi penting dalam menyusun strategi mitigasi untuk 2026.
Sumber: Tempo.co English, BRIN, BMKG — 4 Mei 2026
0 Comments