Singapura Tangkap Warga Malaysia Ke-27 dalam Operasi Scam Penipuan: Sindikat Kendalikan 100 Rekening Bank dengan Aliran Dana S$4 Juta

Gedung perbankan di distrik finansial Singapura

Singapura Tangkap Warga Malaysia Ke-27 dalam Operasi Scam Penipuan: Sindikat Kendalikan 100 Rekening Bank dengan Aliran Dana S$4 Juta

SINGAPURA — Seorang pria Malaysia berusia 26 tahun resmi didakwa di pengadilan Singapura pada Sabtu (23 Mei 2026) atas keterlibatannya dalam sindikat penipuan transnasional yang mengendalikan setidaknya 100 rekening bank di tujuh bank berbeda di Singapura. Uang sebesar lebih dari S$4 juta mengalir melalui rekening-rekening tersebut dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Operasi Penangkapan Berkelanjutan

Polisi Singapura (Singapore Police Force/SPF) menyatakan bahwa tersangka ini merupakan warga Malaysia ke-27 yang ditangkap dalam rangkaian operasi pemberantasan sindikat penipuan yang beroperasi lintas batas. Menurut Komisioner Polisi Wilson Wong dari Departemen Urusan Kriminal Komersial (CCID), sindikat ini menggunakan modus penipuan impersonasi — menyamar sebagai pejabat Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan meyakinkan korban untuk mentransfer dana mereka.

Rekening-rekening yang dikendalikan tersangka dibuka secara ilegal dengan menggunakan dokumen identitas palsu dan orang-orang yang direkrut sebagai "money mule" — perantara yang menerima bayaran kecil untuk meminjamkan rekening mereka kepada sindikat. Tujuh bank yang terdampak meliputi DBS Bank, OCBC Bank, United Overseas Bank (UOB), Standard Chartered, Citibank, HSBC, dan Maybank.

Eskalasi Perang Melawan Scam

Monetary Authority of Singapore (MAS) pada awal Mei 2026 mengumumkan kolaborasi dengan Government Technology Agency (GovTech) dan Singapore Police Force untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning dalam mendeteksi transaksi mencurigakan secara real-time. Langkah ini merupakan respons terhadap meningkatnya kerugian akibat penipuan digital yang mencapai S$655 juta sepanjang 2025, naik 53 persen dibanding tahun sebelumnya.

Deputi Perdana Menteri Singapore, Heng Swee Keat, menekankan bahwa kerja sama bilateral dengan Malaysia melalui Royal Malaysia Police (PDRM) akan diperkuat untuk memutus mata rantai sindikat yang beroperasi dari kedua negara.

Sumber: The Star, AsiaOne, Monetary Authority of Singapore, Singapore Police Force

Post a Comment

0 Comments