Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Q1 2026 Capai 5,61 Persen: Tertinggi Sejak 2022, Konsumsi Domestik dan Ekspor Jadi Penopang Utama

Grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren positif

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Q1 2026 Capai 5,61 Persen: Tertinggi Sejak 2022, Konsumsi Domestik dan Ekspor Jadi Penopang Utama

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal pertama 2026 yang mencapai 5,61 persen secara year-on-year (yoy), menjadi angka tertinggi sejak kuartal III 2022. Capaian ini melampaui ekspektasi sebagian besar ekonom yang sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan di kisaran 5,2 hingga 5,4 persen.

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan, menyumbang sekitar 54 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Peningkatan daya beli didorong oleh stabilitas harga pangan dan program bantuan sosial pemerintah yang menjangkau lebih dari 20 juta keluarga penerima manfaat.

Sektor ekspor juga mencatat kinerja gemilang, terutama komoditas nikel, batu bara, dan minyak sawit mentah (CPO). Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menambahkan bahwa aliran investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke Indonesia meningkat 18 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan sektor manufaktur dan infrastruktur digital menjadi penerima terbesar.

Tantangan ke Depan

Meski angka pertumbuhan menggembirakan, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan inflasi pangan, volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta ketidakpastian kebijakan perdagangan global di bawah pemerintahan baru Amerika Serikat.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi全年 2026 berada di kisaran 5,5 hingga 6,0 persen.

Sumber: ANTARA News, Bank Indonesia, BPS, Kementerian Keuangan

Post a Comment

0 Comments