Korea Utara Pamer Ponsel Buatan Dalam Negeri Pyeongyang di Tengah Sanksi Internasional

Ponsel Pyongyang Korea Utara

Korea Utara Unjuk Gigi dengan Ponsel Buatan Sendiri Pyeongyang

PYEONGYANG — Korea Utara kembali memamerkan ponsel merek sendiri buatan dalam negeri di tengah isolasi diplomatik dan sanksi internasional terkait program senjata negara tersebut. Media pemerintah KCNA (Korean Central News Agency) melaporkan bahwa ponsel terbaru yang diproduksi oleh basis manufaktur Korea Utara menunjukkan kemajuan teknologi domestik.

Basis Manufaktur yang Dipertanyakan

Menurut laporan dari The Japan Times, Korea Utara memiliki basis manufaktur yang menua dan para analis meragukan kemampuan negara itu untuk menghasilkan teknologi konsumen berkualitas tinggi secara mandiri. Ponsel-ponsel yang diproduksi di Korea Utara umumnya merupakan hasil perakitan komponen yang diimpor secara tidak resmi, terutama dari Tiongkok.

Pakar teknologi di 38 North, sebuah lembaga riset yang fokus pada Korea Utara, menyatakan bahwa meskipun Pyongyang berhasil merakit perangkat telepon seluler, komponen inti seperti prosesor, layar OLED, dan modem masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri yang diselundupkan.

Dampak Sanksi PBB terhadap Industri Teknologi Korut

Sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dijatuhkan terhadap Korea Utara telah membatasi akses negara tersebut terhadap teknologi canggih dan bahan baku elektronik. Resolusi Dewan Keamanan PBB, termasuk yang didukung oleh Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, secara ketat melarang ekspor teknologi dual-use ke Korea Utara.

Namun, Korea Utara berhasil mempertahankan jaringan telekomunikasi internalnya melalui kerjasama dengan perusahaan seperti Koryolink, sebuah joint venture dengan operator telekomunikasi Mesir Orascom Telecom. Saat ini, jutaan warga Korea Utara telah memiliki akses ke jaringan 3G domestik, meskipun internet global tetap diblokir untuk sebagian besar penduduk.

Kesimpulan

Peragaan ponsel buatan dalam negeri oleh Korea Utara lebih merupakan pesan politik daripada demonstrasi kemajuan teknologi yang sesungguhnya. Di tengah sanksi internasional yang ketat dan basis manufaktur yang terbatas, kemampuan teknologi Korea Utara masih sangat bergantung pada komponen impor. Langkah ini menunjukkan upaya rezim Kim Jong Un untuk memproyeksikan kemandirian dan kekuatan di mata domestik maupun internasional.

Sumber: The Japan Times, NK Insider, Daily NK, KCNA

Post a Comment

0 Comments