
Gunung Dukono Meletus, 3 Pendaki Tewas: Erupsi Terkuat 2026 di Halmahera Utara Picu Evakuasi Massal
HALMAHERA UTARA — Gunung Dukono, salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, meletus pada Kamis, 8 Mei 2026, menewaskan tiga pendaki dan melukai puluhan lainnya. Erupsi ini tercatat sebagai yang terkuat dari gunung berapi yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, dalam beberapa tahun terakhir.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa letusan terjadi sekitar pukul 09.15 Waktu Indonesia Timur. Kolom abu vulkanik setinggi lebih dari 3.000 meter tersembur ke udara, diikuti aliran material panas ke beberapa jalur pendakian.
Korban dan Proses Evakuasi
Ketiga korban tewas adalah pendaki yang berada di kawasan puncak saat erupsi terjadi. Tim gabungan dari Basarnas, Polisi Resort (Polres) Halmahera Utara, dan relawan Tagana melakukan pencarian dan evakuasi dalam kondisi cuaca buruk akibat abu vulkanik tebal.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo untuk penanganan medis. Bupati Halmahera Utara, Frans Manery, menyatakan_status darurat bencana dan mengaktifkan posko penanganan erupsi di tiga kecamatan terdampak: Tobelo, Tobelo Selatan, dan Galela.
Status Gunung Dukono dan Kontroversi Video Viral
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Kepala Subbidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, menaikkan status Dukono menjadi Level III (Siaga) dan memperluas radius zona bahaya dari 2 kilometer menjadi 4 kilometer dari kawah aktif.
Gunung Dukono, yang memiliki ketinggian 1.229 meter di atas permukaan laut, telah menunjukkan aktivitas vulkanik berkelanjutan sejak 1933. Letusan terbaru ini menambah daftar panjang aktivitas gunung berapi Indonesia di tahun 2026, menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores dan Gunung Marapi di Sumatera Barat.
Di tengah duka, muncul pula video lama aktivitas vulkanik yang disebarkan secara keliru sebagai rekaman peristiwa 8 Mei. AFP Fact Check mengkonfirmasi bahwa beberapa video yang beredar ternyata berasal dari erupsi Dukono tahun 2023 dan 2024.
Sumber: AFP Fact Check, BNPB, PVMBG, Associated Press
0 Comments