
Freeport Indonesia Tunda Pemulihan Penuh Tambang Tembaga Grasberg hingga 2028
JAKARTA — PT Freeport Indonesia secara resmi mengumumkan penundaan jadwal pemulihan produksi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) hingga tahun 2028. Pengumuman ini disampaikan oleh juru bicara perusahaan kepada Reuters pada Jumat (8/5/2026), menandakan bahwa pemulihan operasional penuh akan memakan waktu lebih lama dari perkiraan awal.
Jadwal Pemulihan yang Direvisi
Menurut laporan Reuters dan Mining.com, Freeport Indonesia kini menargetkan kapasitas produksi sebesar 65% pada paruh kedua tahun 2026, meningkat menjadi 80% pada pertengahan 2027, dan baru mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027 hingga awal 2028. Penundaan ini terutama disebabkan oleh lambatnya pemulihan tambang bawah tanah utama dari longsoran fatal yang terjadi pada September 2025.
Longsoran di Grasberg pada September 2025 menewaskan beberapa pekerja dan menyebabkan kerusakan struktural yang signifikan pada area tambang bawah tanah. Insiden tersebut langsung memicu kekhawatiran global tentang kerentanan rantai pasok tembaga dunia.
Dampak terhadap Pasar Tembaga Global
Keputusan Freeport ini diperkirakan akan memperburuk kondisi pasar tembaga global yang sudah mengalami keterbatasan pasokan. Tembaga merupakan komoditas krusial untuk transisi energi, terutama dalam produksi kendaraan listrik dan infrastruktur energi terbarukan.
The Jakarta Post melaporkan bahwa penundaan ini berpotensi menaikkan harga tembaga di pasar internasional, mengingat Grasberg merupakan salah satu tambang tembaga terbesar di dunia. Kontribusi Freeport Indonesia terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat sebesar Rp75 triliun, dan angka ini berpotensi meningkat seiring kenaikan harga komoditas mineral.
Sumber: Reuters, The Jakarta Post, Mining.com, Tempo.co, Mei 2026.
0 Comments