Rupiah Indonesia Tembus Rekor Terendah Dampak Perang AS-Iran, Bank Sentral Pertahankan Suku Bunga

Rupiah Indonesia melemah ke rekor terendah

Rupiah Indonesia Tembus Rekor Terendah Dampak Perang AS-Iran, Bank Sentral Pertahankan Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini, seiring dengan pelemahan rupiah yang terus menyentuh rekor terendah baru sejak dimulainya perang Amerika Serikat melawan Iran. Keputusan ini diambil dalam upaya menopang mata uang nasional yang kian tertekan.

Pemicu Melemahnya Rupiah

Konflik geopolitik antara Washington dan Teheran telah memicu lonjakan harga minyak mentah global, yang secara langsung berdampak pada defisit neraca perdagangan Indonesia. Sebagai importir minyak bersih, Indonesia menghadapi tekanan inflasi yang signifikan dari kenaikan harga energi.

Bloomberg melaporkan bahwa rupiah telah mencatatkan deretan rekor terendah berturut-turut terhadap dolar AS (USD) sejak eskalasi konflik dimulai. Investor asing mulai menarik dana dari pasar keuangan Indonesia, memperburuk tekanan pada mata uang rupiah.

Strategi Bank Indonesia

Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa bank sentral akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah. Langkah-langkah yang dipertimbangkan meliputi pembelian surat berharga negara (SBN) dan penyesuaian rasio giro wajib minimum (GWM).

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai bahwa kebijakan stabilitas rupiah perlu diimbangi dengan reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia. Tanpa perbaikan fundamental, intervensi moneter hanya bersifat jangka pendek.

Sementara itu, Kementerian Keuangan Indonesia terus memantau dampak perang terhadap anggaran negara, terutama terkait subsidi energi dan program perlindungan sosial yang membutuhkan alokasi dana lebih besar di tengah krisis geopolitik ini.

Post a Comment

0 Comments