Korut Luncurkan Sejumlah Rudal Balistik ke Laut Timur, Jepang dan Korsel Siaga Penuh

Uji coba rudal Korea Utara

Peluncuran Rudal Terbaru Korea Utara Picu Kecemasan Regional

TOKYO — Korea Utara kembali meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah Laut Timur pada hari Minggu, 19 April 2026. Peluncuran ini dikonfirmasi oleh militer Korea Selatan dan Jepang, menandai eskalasi terbaru dalam rangkaian uji coba senjata yang berlangsung cepat bulan ini.

Peluncuran rudal ini diawasi langsung oleh pemimpin Kim Jong Un, sebagaimana dilaporkan oleh Korean Central News Agency (KCNA). Rudal yang diluncurkan diduga termasuk senjata yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM), sebuah pengembangan yang secara signifikan meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatan Pyongyang.

Tanggapan Internasional

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi segera menyatakan keprihatinan mendalam, menyebut peluncuran ini sebagai ancaman serius terhadap keamanan kawasan. "Rudal-rudal tersebut diyakini jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang," ujar Takaichi dalam konferensi pers darurat.

Di Seoul, kantor Presiden Lee Jae-myung mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras tindakan Pyongyang. Korea Selatan menempatkan pasukannya dalam keadaan siaga tinggi, sementara Dewan Keamanan Nasional mengadakan pertemuan darurat.

Menurut laporan The Japan Times dan USNI News, peluncuran ini merupakan bagian dari tiga hari uji coba senjata besar yang dilakukan Korea Utara, termasuk rudal balistik berhulu ledak cluster dan sistem senjata elektromagnetik yang diuji oleh Akademi Ilmu Pertahanan dan Administrasi Rudal Korea Utara.

Konteks Geopolitik

Eskalasi ini terjadi di tengah memanasnya hubungan Korea Utara dengan Jepang. Baru-baru ini, Pyongyang menyebut kritik Tokyo terhadap program nuklirnya sebagai "provokasi serius." Ketegangan ini juga bertepatan dengan meningkatnya kerjasama militer Korea Utara-Rusia.

Dewan Keamanan PBB diperkirakan akan mengadakan pertemuan untuk membahas perkembangan terbaru ini. Amerika Serikat melalui Indo-Pacific Command (INDOPACOM) telah meningkatkan pengawasan di kawasan.

Sumber: The Japan Times, USNI News, KCNA, Mathrubhumi English

Post a Comment

0 Comments