Korut Kecam Keras Pembukaan Kantor Drone Militer Jepang, Peringatkan Ambisi Reinvasi

Drone militer Korea Utara

Korut Kecam Keras Pembukaan Kantor Drone Militer Jepang, Peringatkan Ambisi Reinvasi

Korea Utara pada Kamis (23/4/2026) melontarkan kecaman keras terhadap Tokyo atas pembukaan kantor drone militer baru, memperingatkan bahwa langkah tersebut akan memicu ambisi "reinvasi" Jepang di kawasan Asia Timur. Kritik tajam ini datang setelah Ground Self-Defense Force (GSDF) Jepang resmi mendirikan dua kantor drone militer baru awal bulan ini.

Kantor Drone Militer Jepang

Dilansir dari Korea JoongAng Daily, dua kantor drone baru yang didirikan oleh GSDF merupakan bagian dari program modernisasi pertahanan Jepang yang dipercepat di bawah kebijakan pemerintah Perdana Menteri Sanae Takaichi. Kantor-kantor ini berlokasi di wilayah strategis Jepang dan berfungsi sebagai pusat komando operasi kendaraan udara tak berawak (UAV) militer.

Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan bahwa pembentukan kantor drone ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengawasan dan pertahanan maritim, terutama di kawasan Laut China Timur dan perairan sekitar Kepulauan Senkaku/Diaoyu yang menjadi sengketa dengan Tiongkok.

Respons Korea Utara

Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam pernyataannya menyebut langkah Jepang sebagai "provokasi serius" yang mengancam stabilitas kawasan. Pyongyang menegaskan bahwa pengembangan kapabilitas drone militer Jepang bertentangan dengan semangat konstitusi pasifis Jepang dan berpotensi memicu perlombaan senjata di Asia Timur.

Kecaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional, termasuk keputusan Jepang untuk melonggarkan larangan ekspor senjata yang telah berlaku selama puluhan tahun. CSIS (Center for Strategic and International Studies) menilai bahwa kebijakan Jepang ini akan memperumit hubungan dengan Tiongkok dan menguji aliansi dengan Korea Selatan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan belum memberikan respons resmi terkait pembukaan kantor drone Jepang, meskipun Seoul diketahui juga tengah mengembangkan program drone militernya sendiri untuk menghadapi ancaman dari Pyongyang.

Post a Comment

0 Comments