Seorang Wanita Tewas dalam Tabrakan Kereta saat sedang Pulang untuk Acara Pemakaman Ayahnya

Seorang Wanita Tewas dalam Tabrakan Kereta saat sedang Pulang untuk Acara Pemakaman Ayahnya

Seorang perempuan yang sedang dalam perjalanan pulang untuk menghadiri acara pemakaman ayahnya termasuk di antara 32 orang yang tewas setelah sebuah crane konstruksi jatuh dan menghantam kereta penumpang di Thailand pada Rabu (14 Januari).

Kereta tersebut diketahui sedang melaju dari Bangkok menuju Provinsi Ubon Ratchathani sekitar pukul 09.10 pagi ketika sebuah crane besar jatuh menimpa kereta, lapor CNN. 

Crane tersebut digunakan sebagai bagian dari proyek pembangunan kereta cepat. 

Saat itu, crane sedang mengangkat balok beton besar yang kemudian terjatuh ke atas kereta, menyebabkan beberapa gerbong anjlok, menurut laporan media Thailand, The Nation.

Kereta tersebut dilaporkan mengangkut sebagian besar penumpang yang terdiri dari pelajar dan pekerja.

Perempuan tersebut diidentifikasi bernama Chananyat Wongchan

Ia sedang dalam perjalanan kembali ke kampung halamannya untuk menghadiri acara duka ayahnya dan berada di gerbong kedua kereta, menurut laporan Khaosod English.

Sehari sebelum kecelakaan, Chananyat sempat mengunggah di media sosial tentang meninggalnya sang ayah dan menyampaikan bahwa ia akan segera pulang. 

Ia juga sempat memberi tahu seorang kerabat pada pukul 06.28 pagi bahwa dirinya akan pulang hari itu, hanya beberapa jam sebelum insiden terjadi, lapor Khaosod English.

Kekasihnya kemudian mengunggah foto kereta tersebut di media sosial dan mengonfirmasi bahwa jasad Chananyat telah ditemukan setelah kejadian.

“Akibat crane yang runtuh menimpa kereta, saya kini telah menemukan jasad kekasih saya,” tulis sang kekasih. 

“Hari ini adalah hari di mana hati saya benar-benar hancur.”

Dalam pernyataannya pada Rabu, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban, lapor CNN.

Sedikitnya 66 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut, delapan di antaranya dalam kondisi kritis, menurut CNN.

Pihak berwenang setempat juga menyatakan bahwa hingga pukul 17.00 waktu setempat pada hari Rabu, sebanyak 32 orang telah dipastikan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang, lapor Khaosod English.

Post a Comment

0 Comments