Artikel asli dari AsiaOne, dipublikasikan 16 Februari 2026
Seorang perempuan asal Tiongkok bernama Chen Wenshi (juga dikenal sebagai “Chen Xixi” di Douyin) mengklaim bahwa dirinya ditahan selama dua hari di〔Bandara Changi〕 setelah diperiksa di imigrasi saat tiba di Singapura.
Menurut video-videonya yang diunggah pada 2 dan 4 Februari, ia mengatakan tidak diberi alasan kenapa ditahan. Ia mengaku baru pertama kali ke Singapura untuk mengunjungi saudara perempuannya yang katanya bekerja sebagai guru di sini.
Saat melewati pemeriksaan imigrasi, Chen bilang petugas ICA menariknya ke samping dan menanyakannya soal rencana perjalanan. Ia mengaku petugas juga membuka ponsel, aplikasi media sosial, dan memeriksa data banknya.
Dia kemudian dibawa tanpa penjelasan ke ruang tunggu, lalu ke ruangan lain untuk foto kepala dan pemindaian sidik jari. Setelah itu ia mengaku diberikan surat penahanan berbahasa Inggris yang menyatakan bahwa dirinya akan “dikeluarkan dari Singapura”.
Chen juga mengatakan tas perjalanan dan ponselnya disita, dan ia dipaksa menandatangani formulir dalam bahasa Inggris untuk menyerahkan ponselnya.
Selama di ruang penahanan, Chen mengaku diberi bantal, selimut, sandal, tiga kali makan sehari, dan waktu pakai ponsel yang diatur di area umum. Ia juga bilang petugas hanya berbicara bahasa Inggris (yang ia tidak paham) dan hanya menggunakan bahasa Cina untuk memarahinya.
Dia menyebut ada beberapa wisatawan lain di ruang itu, termasuk lima warga Cina yang salah satunya sempat memotret dan berbagi foto keadaan penahanan lewat Douyin.
Saat akan terbang pulang pada siang 1 Februari, Chen mengklaim petugas mengabaikan pertanyaannya tentang jadwal pesawat, baru memberitahunya setelah ia “ribut”, bahwa penerbangannya tertunda hingga pukul 14.30.
Chen juga mengklaim bahwa dua petugas memintanya membayar sekitar S$500 untuk masa tinggal di pusat penahanan, tanpa kuitansi. Namun ICA kemudian menyatakan bahwa mereka tidak memungut biaya apapun dari wisatawan yang ditolak masuk.
Chen mengatakan kepada petugas bahwa ia tidak punya uang — sesuatu yang katanya dipelajari dari Xiaohongshu — tetapi petugas memperingatkannya ia tidak akan bisa kembali ke Singapura jika tidak membayar.
Setelah akhirnya naik pesawat pulang ke Cina, Chen mengatakan bahwa tas dan ponselnya dikembalikan oleh petugas sebelum keberangkatan.
📌 Tanggapan ICA
ICA mengatakan pihaknya mengetahui video dan klaim Chen, dan menjelaskan bahwa:
Chen tiba di Singapura 31 Januari, dan saat pemeriksaan imigrasi dia dirujuk untuk pemeriksaan tambahan termasuk interview dan pemeriksaan barang bawaan.
ICA menyebut pemeriksaan seperti ini “biasa” untuk wisatawan yang diperiksa lebih lanjut, dan interview dilakukan dalam bahasa Mandarin yang dipahami Chen.
Chen tidak bisa menjelaskan rencana perjalanan yang jelas dan tidak memiliki tiket lanjutan (onward ticket), serta dianggap “mengelak” saat ditanya soal kunjungannya ke saudara di Singapura.
Petugas menemukan di ponselnya pesan-pesan yang tampak berupa bimbingan jawaban untuk pertanyaan imigrasi.
ICA menegaskan masuk ke Singapura bukan hak otomatis, dan setiap orang dinilai berdasarkan persyaratan masuk yang berlaku.

0 Comments