
Tarique Rahman Kembali ke Bangladesh Setelah 17 Tahun di Pengasingan
Dhaka, Bangladesh — Tarique Rahman, ketua partai Bangladesh Nationalist Party (BNP), kembali ke Bangladesh pada 25 Desember 2025 setelah 17 tahun menjalani pengasingan diri di London. Kedatangannya menandai momen penting dalam lanskap politik Bangladesh menyusul jatuhnya mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina pada Agustus 2024.
Sambutan dan Kedatangan
Rahman mendarat di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal di Dhaka dan disambut oleh ribuan pendukung BNP di tengah pengamanan ketat. Ia tiba bersama istrinya, Zubaida Rahman, dan putrinya, Zaima Rahman. Dalam pidato di rally penyambutan, ia menekankan persatuan nasional, inklusivitas lintas agama, dan visi Bangladesh yang demokratis dan ekonomi kuat. Ia menarik paralel dengan Perang Kemerdekaan Bangladesh 1971.
Rahman, berusia 60 tahun, adalah putra dari Khaleda Zia, ketua resmi BNP dan mantan Perdana Menteri Bangladesh. Ia meninggalkan Bangladesh pada 2008 untuk pengobatan medis setelah dibebaskan dengan jaminan menyusul 18 bulan penahanan selama pemerintahan militer 2006-2008.
Konteks Hukum dan Politik
Rahman sebelumnya divonis secara in absentia atas tuduhan korupsi, pencucian uang, dan keterlibatan dalam serangan granat 2004 terhadap rally politik rivalnya, Sheikh Hasina. Namun, vonis-vonis tersebut dibatalkan atau ditangguhkan setelah jatuhnya pemerintahan Hasina. Kembalinya Rahman bertepatan dengan persiapan pemilihan umum yang dijadwalkan pada awal 2026, di bawah pemerintahan transisi yang dipimpin oleh penerima Nobel Muhammad Yunus.
Kehadiran Rahman kembali di tanah air diperkirakan akan mengubah dinamika politik Bangladesh secara signifikan, dengan BNP sebagai kekuatan oposisi utama yang siap bersaing dalam pemilu. (Sumber: Wikinews, pressinform.gov.bd)
0 Comments