Konten Supremasi Kulit Putih Radikalisasi Remaja di Asia Tenggara, Laporan Reuters Ungkap

Radikalisasi remaja Asia Tenggara

Konten Supremasi Kulit Putih Radikalisasi Remaja di Asia Tenggara, Laporan Reuters Ungkap

Jakarta, Indonesia — Laporan investigasi Reuters mengungkap tren yang mengkhawatirkan: konten supremasi kulit putih (white supremacist) dari Barat semakin merasuki remaja di Asia Tenggara, memicu aksi kekerasan dan rencana serangan teroris di kawasan tersebut. Investigasi ini menyoroti bagaimana ekstremisme sayap kanan Barat menyebar melalui internet ke wilayah yang sebelumnya tidak terdampak.

Kasus di Indonesia

Saat polisi menahan seorang remaja Indonesia yang diduga melakukan pengeboman kampus sekolah menengahnya di Jakarta pada November, remaja tersebut memiliki senapan mainan ukuran asli bertuliskan "welcome to hell" dan nama-nama tokoh supremasi kulit putih. Kasus ini menjadi contoh paling nyata bagaimana ideologi ekstremisme Barat menyebar ke Asia Tenggara melalui platform digital.

Investigasi Reuters menemukan bahwa remaja-remaja di Indonesia, Malaysia, dan Filipina mengakses dan terpapar konten supremasi kulit putih melalui forum online, platform media sosial, dan kanal komunikasi terenkripsi. Konten tersebut biasanya berasal dari kelompok ekstremis Amerika dan Eropa yang aktif merekrut secara internasional.

Tantangan Penegakan dan Deradikalisasi

Otoritas penegak hukum di Asia Tenggara menghadapi tantangan baru dalam menghadapi bentuk ekstremisme ini. Berbeda dengan radikalisasi Islamist yang sudah memiliki kerangka pemantauan dan deradikalisasi yang matang, ekstremisme sayap kanan Barat merupakan ancaman baru yang belum termonitor dengan baik oleh badan intelijen kawasan.

Asep, seorang peneliti keamanan di Universitas Indonesia, mengatakan bahwa kelompok ekstremis Barat menggunakan taktik yang lebih sophisticated dalam menjangkau pemudi dan pemuda Asia, termasuk memanfaatkan ketidakpuasan sosial dan isolasi yang diperparah oleh pandemi. Pemerintah Indonesia, melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dilaporkan sedang mengembangkan program deradikalisasi baru yang khusus menangani ancaman sayap kanan. (Sumber: Reuters, Malay Mail)

Post a Comment

0 Comments