Rusia dan China Lakukan Patroli Bomber Bersama Dekat Jepang dan Korea Selatan, Picu Scramble Pesawat Tempur

Russia-China patroli bomber bersama dekat Jepang dan Korea Selatan

Rusia dan China Lakukan Patroli Bomber Bersama Dekat Jepang dan Korea Selatan, Picu scramble pesawat tempur

Rusia dan China melakukan patroli bomber strategis bersama pada 28 Juni 2026, menandai misi pertama jenis ini dalam tahun ini. Patroli ini memicu scramble pesawat tempur dari Jepang dan Korea Selatan, serta protes diplomatik dari kedua negara tersebut.

Detail Operasi dan Pesawat yang Terlibat

Dua bomber China H-6 terbang dari Laut China Timur menuju Laut Jepang, di mana mereka bergabung dengan dua bomber Rusia Tu-95 dan dua pesawat patroli maritim Rusia Tu-142. Total lebih dari 10 pesawat militer China dan Rusia terlibat dalam patroli ini, melintas dekat Air Defense Identification Zone (ADIZ) Jepang dan wilayah udara Korea Selatan. USNI News melaporkan bahwa patroli ini merupakan demonstrasi pertama alignment militer Rusia-China di kawasan Asia Timur pada 2026.

Kementerian Pertahanan China menyatakan bahwa penerbangan ini menunjukkan "tekad dan kapabilitas untuk bersama menjaga stabilitas regional." Namun, Jepang melalui Ministry of Defense dan Korea Selatan melalui Ministry of National Defense mengajukan protes formal melalui jalur diplomatik, menyatakan bahwa patroli tersebut meningkatkan ketegangan di kawasan Northeast Asia.

Dampak Geopolitik dan Respons Regional

Patroli bersama ini memperkuat narara bahwa alignment militer Rusia-China terus meningkat di kawasan Asia Pasifik. The Daily Signal melaporkan bahwa kerjasama pertahanan antara Jepang dan Korea Selatan yang semakin erat merupakan respons langsung terhadap ancaman gabungan dari Rusia dan China. Amerika Serikat, melalui senior administration official, menyatakan bahwa latihan bomber ini menunjukkan kedalaman alignment kedua negara.

Stars and Stripes melaporkan bahwa Jepang dan Korea Selatan secara historis memiliki animositas yang membatasi kerjasama pertahanan, namun ancaman gabungan Rusia-China memaksa kedua negara meningkatkan koordinasi. Japan Ground Self-Defense Force dan US military juga baru-baru ini melakukan latihan Resolute Dragon, yang dikritik oleh Korea Utara melalui KCNA sebagai "provokasi militer." Patroli bomber Rusia-China ini menambah tekanan pada lanskap keamanan Northeast Asia yang sudah meningkat.

Sumber: USNI News, Stars and Stripes, The Japan Times, International Business Times Singapore

Post a Comment

0 Comments