
9 Polisi Tewas dalam Serangan Militan di Ziarat Balochistan, PM Shehbaz Sharif Vows Crackdown
Sembilan personel polisi tewas setelah kelompok militan bersenjata lengkap menyerang pos keamanan di Ziarat, distrik Balochistan, Pakistan, pada 7 Juli 2026. Serangan ini memicu baku tembak intens yang juga menewaskan 15 militan, menandai salah satu insiden ter deadliest di wilayah restive tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Detail Serangan di Ziarat dan Balochistan
Associated Press melaporkan bahwa puluhan militan menyerang pos polisi secara overnight di Ziarat, sebuah destinasi wisata yang biasanya tenang di provinsi Balochistan. Ziarat dikenal sebagai lokasi resor juniper forest yang populer, namun serangan ini mengubah destinasi wisata menjadi scene tragedi. Polisi yang tewas adalah personel yang bertugas menjaga checkpoint di daerah yang telah mengalami insurgensi berkepanjangan.
Serangan di Ziarat merupakan bagian dari rangkaian insiden yang menewaskan total 42 orang dalam empat hari di Balochistan. Hindustan Times melaporkan bahwa spate of attacks dimulai pada malam 4-5 Juli ketika militan menyerang populasi sipil di Balochistan. Pakistan Army mengkonfirmasi bahwa 15 militan juga tewas dalam baku tembak dengan kepolisian dan militer.
Respons PM Shehbaz Sharif dan Operasi Anti-Militan
Prime Minister Pakistan Shehbaz Sharif melakukan visit ke Balochistan dan berjanji untuk melanjutkan operasi anti-militan dengan kekuatan penuh. Sharif menyatakan bahwa Pakistan akan "hunt and kill" militan yang terlibat dalam serangan ini. Daily Times Pakistan menyebut kelompok penyerang sebagai "Khawarij" — terminologi yang digunakan otoritas Pakistan untuk mengacu pada kelompok militant yang dianggap menyimpang dari Islam mainstream.
Militan Balochistan telah lama mengoperasikan insurgency melawan pemerintah Pakistan, dengan kelompok seperti Baloch Liberation Army (BLA) dan Baloch Liberation Front (BLF) yang aktif di wilayah tersebut. Serangan di Ziarat menunjukkan bahwa militan memperluas target dari infrastruktur ekonomi dan militer ke pos polisi dan area wisata, meningkatkan profil ancaman bagi sipil dan keamanan lokal.
Pakistan Army dan Frontier Corps telah meningkatkan patroli di Ziarat dan sekitarnya setelah serangan. Namun, Balochistan tetap merupakan provinsi terbesar Pakistan dengan terrain yang sulit, membuat operasi anti-insurgency menantang secara logistik dan strategis.
Sumber: Associated Press, Hindustan Times, Daily Times Pakistan, Newsday
0 Comments