
Thailand dan Kamboja Sepakat Pulihkan Hubungan Diplomatik di KTT ASEAN Cebu 2026
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul dari Thailand dan Perdana Menteri Hun Manet dari Kamboja sepakat untuk mengambil langkah-langkah pemulihan hubungan bilateral secara bertahap dalam pertemuan trilateral bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. di sela-sela KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, pada 8 Mei 2026.
Menteri Luar Negeri Ditugaskan Bangun Kepercayaan
Berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Thailand, kedua perdana menteri menugaskan menteri luar negeri masing-masing untuk mengembangkan langkah-langkah pembangunan kepercayaan (trust and confidence) dan memulihkan hubungan bilateral secara bertahap. Filipina, sebagai Ketua ASEAN 2026, dipuji atas inisiatifnya memfasilitasi dialog ini.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa para pemimpin menyambut baik komitmen bersama Thailand dan Kamboja untuk memperkuat gencatan senjata dan mempromosikan dialog konstruktif serta penyelesaian damai berdasarkan hubungan tetangga yang baik.
Latar Belakang Konflik Perbatasan 2025
Hubungan Thailand-Kamboja memanas sepanjang tahun 2025 ketika sengketa wilayah perbatasan memicu dua bentrokan bersenjata dalam satu tahun. Bentrokan tersebut melibatkan penggunaan senjata berat, artileri, roket, dan pesawat militer sebelum kedua negara akhirnya menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 27 Desember 2025.
Pemulihan hubungan ini menjadi tonggak penting bagi stabilitas kawasan Asia Tenggara, khususnya setelah ketegangan yang berlangsung hampir satu setengah tahun. Para pengamat menilai bahwa mediasi ASEAN melalui Filipina menjadi kunci keberhasilan diplomasi ini.
Presiden Marcos Jr. dalam pembukaan KTT ASEAN juga menyerukan ketahanan dan persatuan regional di tengah ketegangan Timur Tengah, menunjukkan bahwa solidaritas ASEAN tetap menjadi prioritas utama kawasan.
Sumber: Tempo.co English, Kementerian Luar Negeri Thailand, Inquirer.net
0 Comments