
Kejahatan Rasial Anti-Asia Tetap Tinggi 5 Tahun Setelah UU Federal, Advokat Peringatkan Krisis Berlanjut
Lima tahun setelah Presiden Joe Biden menandatangani COVID-19 Hate Crimes Act menjadi undang-undang, kejahatan rasial terhadap komunitas Asia di Amerika Serikat masih berada di hampir tiga kali lipat tingkat sebelum pandemi. Para advokat hak sipil memperingatkan bahwa pengurangan kebijakan federal di bawah pemerintahan Donald Trump justru memperburuk krisis ini.
Data FBI: 291 Kasus Kejahatan Rasial Anti-Asia pada 2025
Menurut data FBI Uniform Crime Reports yang dikutip dalam briefing media nasional pada 1 Mei 2026, tercatat 291 kejahatan rasial yang menargetkan warga Asia Amerika dari total 5.810 kasus kejahatan rasial berbasis ras dan etnis di seluruh negeri. Namun, para ahli menekankan bahwa angka ini kemungkinan jauh lebih rendah dari realitas di lapangan karena banyak korban tidak melaporkan kejadian yang mereka alami.
John C. Yang, presiden dan direktur eksekutif Asian Americans Advancing Justice – AAJC, menyatakan bahwa Amerika sedang menghadapi momen krisis. "Ketika pemerintah federal tidak hanya gagal mencegah insiden kebencian, tetapi secara aktif terlibat dalam perilaku dan ujaran yang mendorongnya, seluruh warga Amerika menderita," tegasnya.
Brifing Media di Bulan Warisan AANHPI
Brifing bertajuk "Kejahatan Rasial Terus Meningkat, Meskipun Ada Legislasi Federal" itu diselenggarakan oleh American Community Media bekerja sama dengan Asian Americans Advancing Justice – AAJC. Acara ini dihadiri oleh advokat hak sipil, peneliti data, dan pengorganisir komunitas yang membahas dampak pengurangan program keberagaman dan inklusi di tingkat federal.
Meskipun laporan insiden kebencian menurun dibandingkan puncak pandemi, angka tersebut masih jauh di atas tingkat pra-pandemi. Analisis Asian Americans Advancing Justice – AAJC menemukan 318 insiden anti-Asia pada tahun 2025 — turun dari 2024 namun tetap mengkhawatirkan.
Komunitas Asia Amerika, Hawaii Asli, dan Kepulauan Pasifik (AANHPI) terus menghadapi diskriminasi sistemik, dan para aktivis menyerukan agar pemerintah memperkuat penegakan hukum serta melindungi hak-hak minoritas. Bulan Mei yang bertepatan dengan AANHPI Heritage Month menjadi momentum penting untuk menyoroti isu ini.
Sumber: Northwest Asian Weekly, Associated Press, FBI Uniform Crime Reports 2025
0 Comments