Tembakan Misterius di Gedung Senat Filipina: Belasan Peluru Terdengar, Warga Dipaksa Berlindung

Gedung pemerintah di Manila, Filipina

Tembakan Misterius di Gedung Senat Filipina: Belasan Peluru Terdengar, Warga Dipaksa Berlindung

MANILA — Ketegangan melanda kompleks gedung Senat Filipina pada Rabu, 13 Mei 2026, ketika belasan tembakan misterius terdengar di area legislator, memaksa staf dan pengunjung berlari mencari tempat berlindung. Insiden yang terjadi di gedung GSIS Building di Financial Center, Pasay City, Metro Manila ini menimbulkan kepanikan luas dan pertanyaan besar tentang keamanan institusi tertinggi negara.

Kronologi Insiden Penembakan

Menurut saksi mata dari Reuters, lebih dari selusin tembakan terdengar bertubi-tubi di area kompleks Senat sekitar pukul siang. Pengumuman darurat segera disiarkan melalui pengeras suara, menginstruksikan seluruh orang di dalam gedung untuk segera berlindung. Beberapa senator yang sedang berada di ruang sidang dilaporkan segera dievakuasi ke ruangan aman oleh tim keamanan internal.

Sensor Nestor Corrales dari Reuters yang berada di lokasi menggambarkan suasana kacau saat suara tembakan menggema di koridor gedung. Orang-orang berlarian, beberapa bersembunyi di bawah meja, sementara staf keamanan berusaha mengamankan area.

Kepolisian Nasional Filipina (PNP) bersama dengan Satuan Keamanan Senat segera mengerahkan pasukan ke lokasi. Area sekitar gedung GSIS Building diisolasi sementara, dan jalur akses di sepanjang Macapagal Boulevard dan kawasan Manila Bay ditutup untuk kendaraan umum selama beberapa jam.

Pertanyaan Keamanan yang Belum Terjawab

Hingga sore hari, pihak berwenang belum mengonfirmasi apakah ada korban jiwa atau terluka dalam insiden tersebut. Presiden Senat Filipina, Senator Francis Tolentino, dalam pernyataannya mendesak ketenangan sambil menunggu hasil investigasi penuh dari PNP dan Biro Investigasi Nasional (NBI).

Insiden ini menambah daftar insiden keamanan serius di institusi pemerintah Filipina. Pada tahun 2025, sebuah insiden serupa pernah terjadi di gedung Kongres Filipina di Quezon City, yang juga melibatkan suara tembakan misterius. Belum ada kelompok atau individu yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden di Senat kali ini.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. melalui sekretaris pers istana Malacañang menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan keamanan seluruh fasilitas pemerintahan. Tidak akan ada kompromi dalam melindungi keselamatan para legislator dan staf yang bekerja untuk rakyat Filipina, tegas pernyataan istana.

Investigasi masih berlangsung. Pihak berwenang diperkirakan akan memeriksa rekaman kamera CCTV dan menginterogasi saksi dalam 48 jam ke depan untuk mengungkap motif dan identitas pelaku.

Sumber: U.S. News & World Report, Reuters, AP News

Post a Comment

0 Comments