Senator Jinggoy Estrada Ditangkap karena Korupsi Proyek Pengendali Banjir
MANILA — Pengadilan anti-graft Filipina, Sandiganbayan, pada Jumat (29/5/2026) resmi memerintahkan penangkapan Senator Jinggoy Estrada atas dugaan korupsi besar-besaran dalam proyek pengendali banjir di Provinsi Pampanga. Estrada menyerahkan diri dan langsung mengajukan jaminan setelah perintah penangkapan dikeluarkan.
Dugaan Penggelapan Dana Triliunan Peso
Menurut berkas yang diajukan Kejaksaan Agung Filipina, Estrada dituduh menerima suap dan penggelapan dana senilai miliaran peso dari kontrak proyek pengendali banjir yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPWH). Proyek yang seharusnya melindungi wilayah rawan banjir di Pampanga dan Bulacan ini diduga hanya terealisasi sebagian kecil dari anggaran yang telah digelontorkan.
Kasus ini merupakan bagian dari penyelidikan luas yang dilakukan Komisi Ombudsman Filipina (Ombudsman) terhadap sejumlah anggota Kongres dan senator terkait alokasi dana infrastruktur selama periode 2022-2025.
Reaksi Publik dan Dampak Politik
Penangkapan Estrada memicu gelombang reaksi di media sosial Filipina. Banyak warga Manila yang menyambut baik langkah penegakan hukum ini, mengingat Filipina telah lama bergulat dengan korupsi sistemik di sektor infrastruktur. Organisasi masyarakat sipil seperti Transparency International Philippines dan Kontra-Korupsi menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang berjalan.
Estrada, yang merupakan putra dari mantan Presiden Joseph Estrada, membantah semua tudukan dan menyatakan akan melawan proses hukum tersebut. Kasus ini berpotensi memperuncing dinamika politik menjelang pemilu paruh waktu Filipina.
Sumber: SFGate, AP News, The Star Malaysia
0 Comments