ICC Terbitkan Surat Perintah Penangkapan untuk Senator Ronald "Bato" Dela Rosa: Jejak Berdarah Kampanye Narkoba Duterte

Gedung International Criminal Court di Den Haag

ICC Terbitkan Surat Perintah Penangkapan untuk Senator Ronald "Bato" Dela Rosa

MANILA — Pengadilan Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, Belanda, pada Senin (11/5/2026) mengonfirmasi telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Senator Filipina Ronald "Bato" Dela Rosa. Dela Rosa, yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Nasional Filipina (PNP) di bawah mantan Presiden Rodrigo Duterte, didakwa atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait kampanye perang narkoba yang menewaskan ribuan warga Filipina.

Implementator Utama "War on Drugs" Duterte

Dela Rosa dikenal sebagai arsitek dan pelaksana utama operasi "Oplan Tokhang" yang diluncurkan pada 2016. Operasi ini menargetkan pengguna dan pengedar narkoba di seluruh Filipina, namun dalam pelaksanaannya memicu ribuan kematian yang dianggap ekstrajudisial. Komisi Hak Asasi Manusia Filipina (CHR) mencatat lebih dari 6.000 kematian resmi akibat operasi kepolisian, sementara kelompok HAM memperkirakan angka sebenarnya mencapai 30.000 korban.

Pemerintah Filipina Menolak Kerja Sama ICC

Menteri Kehakiman Filipina Jesus Crispin Remulla menyatakan bahwa pemerintah tidak akan bekerja sama dengan ICC dalam penegakan surat perintah tersebut. Filipina secara resmi keluar dari Statuta Roma pada 2019 di bawah pemerintahan Duterte. Namun, ICC menegaskan bahwa yurisdiksi mereka tetap berlaku untuk kejahatan yang terjadi sebelum penarikan diri Filipina.

Kasus Dela Rosa ini menambah tekanan terhadap pemerintah Presiden Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., yang mencoba menyeimbangkan hubungan diplomatik dengan komunitas internasional sambil mempertahankan kedaulatan hukum nasional.

Sumber: The Star Malaysia, ABC News Australia, AP News

Post a Comment

0 Comments