Militer Myanmar Kembali Kuasai Kota Perbatasan Thailand Mawtaung: 4.000 Warga Mengungsi Akibat Serangan Besar

Konflik militer di perbatasan Myanmar-Thailand

Militer Myanmar Kembali Kuasai Kota Perbatasan Mawtaung

JAKARTA — Militer Myanmar (Tatmadaw) berhasil merebut kembali kota perdagangan perbatasan Mawtaung dari tangan kelompok perlawanan setelah melakukan operasi ofensif selama dua pekan, memaksa sekitar 4.000 warga mengungsi ke wilayah Thailand, menurut laporan Khaosod English pada Mei 2026.

Operasi Ofensif Tatmadaw di Kawasan Perbatasan

Penyerangan ini menandai pergeseran strategi militer Myanmar yang sebelumnya sempat terdesak dari sebagian besar wilayah utara negara tersebut. Dalam lebih dari setahun terakhir, aliansi milisi berpengalaman berhasil mendorong mundur pasukan pemerintah dari berbagai kawasan strategis. Namun, according to Associated Press, militer Myanmar kini beralih ke mode ofensif dan mulai merebut kembali wilayah yang sebelumnya hilang.

Kota Mawtaung, yang terletak di perbatasan Myanmar-Thailand, merupakan pusat perdagangan penting yang selama ini menjadi incaran berbagai kelompok bersenjata. Penguasaan kembali kota ini dinilai sebagai kemenangan simbolis bagi junta militer di Naypyidaw.

Krisis Pengungsi dan Dampak Kemanusiaan

Sebanyak 4.000 warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka dan menyeberangi perbatasan menuju Thailand untuk mencari perlindungan. Pejabat provinsi Thailand mengonfirmasi bahwa arus pengungsi ini menimbulkan tekanan tambahan terhadap fasilitas penampungan di kawasan perbatasan.

Konflik sipil di Myanmar telah berlangsung sejak kudeta militer pada Februari 2021. Situasi kemanusiaan terus memburuk dengan jutaan orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, sementara berbagai kelompok etnis bersenjata terus berjuang melawan junta militer.

Sumber: Associated Press, Khaosod English

Post a Comment

0 Comments