
Jepang dan Korea Selatan Gelar Pembicaraan Keamanan Tingkat Wakil Menteri Pertama di Seoul
Jepang dan Korea Selatan menggelar pembicaraan keamanan "two-plus-two" tingkat wakil menteri pertama antara kementerian luar negeri dan pertahanan mereka di Seoul pada 8 Mei 2026. Pertemuan bersejarah ini menandai peningkatan signifikan dalam kerja sama bilateral kedua negara.
Fokus pada Kerja Sama Trilateral dan Ancaman Korea Utara
Para perwakilan membahas pentingnya hubungan bilateral dan kerja sama trilateral dengan Amerika Serikat, serta isu-isu terkait Korea Utara dan Timur Tengah. Pembicaraan ini menjadi tonggak baru dalam hubungan Jepang-Korsel yang telah mengalami pasang surut selama beberapa dekade akibat sengketa historis dan teritorial.
Menteri Luar Negeri Jepang Sanae Takaichi dan rekannya dari Korea Selatan menekankan perlunya koordinasi yang lebih erat menghadapi tantangan keamanan regional, terutama program rudal balistik Korea Utara yang semakin agresif.
Konteks Geopolitik yang Mendukung
Pembicaraan ini berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap uji coba senjata Korea Utara. Pada 19 April 2026, Korea Utara meluncurkan beberapa rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Jepang dari wilayah Sinpo, memicu kecaman dari Seoul dan Tokyo.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintahan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk memperkuat aliansi regional di Asia Timur. Kerja sama trilateral Jepang-Korsel-AS diharapkan dapat memperkuat deterensi terhadap ancaman keamanan di kawasan.
Sumber: The Japan Times, Korea JoongAng Daily, Reuters
0 Comments