
Korea Utara Kembali Uji Coba Rudal Balistik dengan Rudal Cluster
SEOUL/TOKYO — Korea Utara meluncurkan lima rudal balistik jarak pendek (Short Range Ballistic Missiles/SRBM) yang dipersenjatai dengan hulu ledak cluster (cluster munitions) ke arah sebuah pulau target di Laut Jepang. Peluncuran ini merupakan yang kedua kalinya dalam bulan April 2026, menandakan eskalasi kemampuan militer rezim Pyongyang.
Peluncuran yang terjadi pada 24 April 2026 ini dilaporkan oleh US Naval Institute (USNI) News sebagai uji coba lebih lanjut dari kemampuan hulu ledak cluster yang dikembangkan oleh Korea Utara. Rudal-rudal tersebut ditembakkan dari wilayah timur Korea Utara dan jatuh di zona ekonomi eksklusif Jepang.
Konteks Eskalasi Militer Korut
Uji coba ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik di kawasan Asia Timur Laut. Hanya beberapa hari sebelumnya, Korea Utara melalui surat kabar resmi Rodong Sinmun mengkritik keras Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni di Tokyo.
Korut menyebut tindakan Takaichi sebagai "distorsi sejarah yang mencolok dan tantangan terhadap keadilan serta perdamaian internasional." Kuil Yasukuni memang menjadi sumber kontroversi karena menghormati 14 penjahat perang Kelas A yang dihukum oleh Sekutu setelah Perang Dunia II.
Reaksi Internasional
Kementerian Pertahanan Jepang dan Kementerian Pertahanan Korea Selatan keduanya mengutuk peluncuran rudal ini. Jepang melaporkan bahwa rudal-rudal tersebut jatuh di luar wilayah perairannya namun di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, yang memicu peringatan evakuasi maritim singkat.
Washington, melalui Kementerian Luar Negeri AS, menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak Pyongyang untuk menghentikan provokasi yang dapat mendestabilisasi kawasan. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan konsultasi darurat terkait pelanggaran resolusi PBB yang melarang Korea Utara mengembangkan program rudal balistik.
Para analis militer dari Institute for Security and Strategy menilai bahwa penggunaan hulu ledak cluster dalam rudal balistik merupakan peningkatan signifikan dalam kemampuan ofensif Korut, mengingat senjata cluster dapat menargetkan area yang lebih luas dan menimbulkan risiko jangka panjang bagi warga sipil.
0 Comments