Indonesia Amankan Pasokan 150 Juta Bareli Minyak dari Rusia Pasca Pertemuan Prabowo-Putin di Kremlin

Presiden Prabowo Subianto bertemu Vladimir Putin di Kremlin

Rusia Setujui Pasokan 150 Juta Bareli Minyak untuk Indonesia

JAKARTA/MOSKOW — Rusia telah menyetujui pasokan hingga 150 juta barel minyak kepada Indonesia menyusul kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow pekan lalu, kata utusan khusus energi dan lingkungan Hashim Djojohadikusumo pada Kamis (24/4/2026).

Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin pada 13 April 2026, di mana keduanya membahas penguatan kemitraan strategis, termasuk di sektor energi, sebagaimana dikonfirmasi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam pernyataannya.

Detail Kesepakatan Energi

"Indonesia kini telah mengamankan komitmen dari pemerintah Rusia. Kami dapat menyimpan 150 juta barel di Indonesia untuk mengatasi masalah volatilitas ekonomi," kata Hashim, yang juga merupakan saudara Prabowo, seperti dilansir oleh Kantor Berita Antara.

Rusia sepakat menyuplai 100 juta barel minyak kepada Indonesia dengan harga khusus, dan tambahan 50 juta barel lainnya jika diperlukan di kemudian hari. Kesepakatan ini merupakan respons langsung terhadap tekanan harga minyak global yang melonjak akibat perang di Timur Tengah.

Krisis Energi Indonesia

Seperti banyak negara lain, Indonesia telah menghadapi tekanan dari melonjaknya harga minyak global karena perang di Timur Tengah dan telah berupaya keras mengamankan pemasok alternatif. Sekitar 20-25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah dan melewati Selat Hormuz yang vital.

Meski merupakan produsen minyak, Indonesia adalah importir netto. Menurut Menteri Energi Bahlil Lahadalia, negara ini mengonsumsi sekitar 1,6 juta barel bahan bakar per hari, namun hanya memproduksi sekitar 600.000 barel per hari.

Pemerintah telah mengumumkan penjatahan bahan bakar bulan lalu dan mewajibkan kebijakan work from home satu hari seminggu bagi pegawai negeri sipil untuk menghemat stok energi. Pemerintah berjanji tidak akan menaikkan harga bahan bakar bersubsidi tahun ini. Langkah diversifikasi pemasok energi ke Rusia ini diharapkan dapat meredakan tekanan terhadap ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Post a Comment

0 Comments