China Uji Coba Rudal Balistik Peluncuran Kapal Selam di Laut China Selatan, Picu Ketegangan Regional

China submarine missile

China Uji Coba Rudal Balistik Peluncuran Kapal Selam di Laut China Selatan

BEIJING — Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) berhasil meluncurkan rudal balistik dari kapal selam di Laut China Selatan pada Senin, 7 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya latihan angkatan laut tahunan bersama Rusia. Uji coba ini memicu reaksi keras dari negara-negara tetangga.

Dilaporkan oleh US Naval Institute (USNI), rudal balistik peluncuran kapal selam (SLBM) tersebut ditembakkan dari lokasi di Laut China Selatan menuju Samudra Pasifik. Ini merupakan salah satu uji coba senjata strategis paling signifikan yang dilakukan Beijing tahun ini.

Latihan Gabungan China-Rusia Picu Reaksi

Uji coba tersebut dimulai berbarengan dengan latihan angkatan laut tahunan China-Rusia, yang melibatkan kapal perang dan kapal selam dari kedua negara. Kementerian Pertahanan Rusia dan Kementerian Pertahanan Nasional China sama-sama mengonfirmasi latihan gabungan ini.

Pemerintah Australia melalui Perdana Menteri Anthony Albanese langsung menyatakan keprihatinan serius. Menteri Pertahanan Industri Pat Conroy menegaskan bahwa Australia sedang memantau gugus tugas angkatan laut China yang terlibat dalam pelacakan uji coba rudal jarak jauh tersebut.

Kekhawatiran Eskalasi Militer di Pasifik

Perdana Menteri Solomon Islands Jeremiah Manele menyatakan uji coba ini menunjukkan perlunya pakta keamanan regional. Sementara diplomat di kawasan mengonfirmasi China bersiap menguji rudal jarak jauh berkemampuan nuklir dengan hulu ledak tiruan di Pasifik Selatan.

Jepang dan Korea Selatan sudah mengajukan protes diplomatik setelah lebih dari 10 pesawat militer China dan Rusia terbang di dekat wilayah kedua negara tersebut pada akhir Juni lalu.

Sumber: USNI News, Reuters, ABC News Australia

Post a Comment

0 Comments