Ketua SK Group Chey Tae-won Dorong Komunitas Ekonomi Korea Selatan-Jepang: "Kerja Sama Adalah Kebutuhan, Bukan Pilihan"

Chey Tae-won di Nikkei Forum Tokyo

Ketua SK Group Chey Tae-won Dorong Komunitas Ekonomi Korea Selatan-Jepang: "Kerja Sama Adalah Kebutuhan, Bukan Pilihan"

Tokyo — Ketua SK Group, Chey Tae-won, menyerukan Korea Selatan dan Jepang untuk melampaui kerja sama industri dan perdagangan menuju pembentukan komunitas ekonomi yang lebih dalam. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi khusus Korea Selatan-Jepang pada Forum Nikkei "Future of Asia" ke-31 di Imperial Hotel, Tokyo, Selasa, 9 Juni 2026.

Model Uni Eropa Sebagai Inspirasi

Chey Tae-won, yang juga merupakan saudara ipar Mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, menegaskan bahwa kedua negara tidak dapat lagi bertindak secara terpisah di tengah rivalitas AS-China, melemahnya sistem Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan ketidakstabilan pasokan energi.

"Korea Selatan dan Jepang kini berada dalam situasi di mana kerja sama ekonomi sangat penting," ujar Chey. "Tahap akhir dari kerja sama ekonomi adalah menjadi komunitas ekonomi." Ketika ditanya seperti apa komunitas tersebut, ia menunjuk Uni Eropa (European Union) sebagai model. "Saya yakin jalur akhirnya adalah menciptakan pasar bersama," tambahnya.

Panel Diskusi di Tokyo

Dalam sesi yang dimoderasi oleh Mikio Sugeno, editor-in-chief Nikkei, Chey bergabung bersama Masakazu Tokura, penasihat di Sumitomo Chemical, dan Masahiko Kato, presiden Mizuho Bank. Ketiga tokoh ini membahas arah yang harus ditempuh Korea Selatan dan Jepang di tengah lingkungan internasional yang turbulen.

Chey mencatat bahwa ia telah mengangkat kebutuhan kerja sama ekonomi yang lebih erat dalam forum yang sama dua tahun lalu, namun lingkungan global telah berubah semakin drastis sejak saat itu. Ia menekankan bahwa kedua negara membangun ekonomi manufaktur dan ekspor independen dengan mengembangkan hampir semua industri utama tanpa terlalu bergantung pada sektor tertentu.

Seruan ini muncul di tengah upaya Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung untuk membuka "fase baru" hubungan dengan China setelah pertemuan dengan Presiden Xi Jinping di Beijing, sekaligus memperkuat ties dengan Jepang.

Sumber: UPI, Korea Herald, Chosun Biz

Post a Comment

0 Comments