PT Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Urea di Vladivostok Lewat Kesepakatan dengan Grup Rusia
Indonesia Perluas Jejak Industri Pupuk ke Timur Jauh Rusia
JAKARTA — BUMN PT Pupuk Indonesia menjajaki investasi signifikan pada pabrik pupuk urea di Vladivostok dengan memanfaatkan gas alam dari Rusia. Kesepahaman awal ditandatangani di sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok bersama salah satu grup konglomerasi terbesar Rusia.
MoU dan Joint Study Agreement
Presiden Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan EEF mengumumkan nota kesepahaman antara perusahaan pupuk Indonesia dan grup Rusia untuk investasi bersama memproduksi pupuk dengan gas Rusia di Timur Jauh. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani yang juga CEO Danantara mengonfirmasi Direktur Utama Pupuk Indonesia bersama dirinya menandatangani joint study agreement untuk mengkaji potensi investasi pabrik urea di Vladivostok.
Rosan menilai kinerja keuangan dan efisiensi operasional Pupuk Indonesia yang membaik memposisikan perusahaan berekspansi ke luar negeri. Kemitraan strategis ini diharapkan memperkuat ketahanan material nasional dan resiliensi industri pupuk Indonesia.
Perkuat Kerja Sama Ekonomi Eurasia-Asia Tenggara
Kesepakatan pupuk melengkapi agenda forum yang mempromosikan jembatan ekonomi Eurasia–Asia Tenggara. Foto resmi yang didistribusikan kantor berita Sputnik oleh fotografer Vyacheslav Prokofyev menampilkan pertemuan bilateral di sela forum. Pupuk Indonesia selama ini mengoperasikan sejumlah anak usaha seperti PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang menjadi tulang punggung pasokan pupuk nasional.
Jika studi bersama berlanjut ke tahap investasi, proyek Vladivostok akan menjadi ekspansi hilirisasi internasional pertama Pupuk Indonesia sekaligus membuka akses pasokan gas kompetitif untuk pasar Asia Timur. Sumber: The Jakarta Post, Sekretariat Negara.
Post a Comment for "PT Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Urea di Vladivostok Lewat Kesepakatan dengan Grup Rusia"